mereka dengan TUHANnya

(Watu Wungkuk, 7 Maret 2004)

mereka…

kulihat mereka…

mereka menangis dalam shalatnya…

mereka menangis dalam do’anya…

mereka menangis dalam dzikirnya..

mereka tahu siapa dirinya

ketika mereka tahu siapa Tuhannya

ketika mereka tunduk menjatuhkan kening mereka

serata lantai dengan telapak kakinya

sujud tubuhnya

sujud hatinya

sujud jiwanya

sujud ke-aku-annya

mereka tahu kerendahannya

mereka tahu kekecilannya

mereka tahu kekerdilannya

mereka tahu kehinaanya

mereka tahu ketiadaan dirinnya

mereka menyebut-nyebut nama Tuhannya

Tuhannya berkata..

Aku yang punya nama

Aku datang

Ketika Tuhannya hadir

Dengan kebesaranNya

betapa takutnya mereka

Ancaman Tuhannya

Siksa Tuhannya

Azab Tuhannya

Neraka Tuhannya

betapa gembiranya mereka

ni’mat Tuhannya

karunia Tuhannya

rahmat Tuhannya

Syurga Tuhannya

betapa cintanya mereka

ketika mereka tahu

Tuhannya mengasihi mereka

Tuhannya menyayangi mereka

Tuhannya mencintai mereka

Maka

Ni’mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Wahai jiwa yang tenang

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai

Maka masuklah dalam golongan hamba-hambaKu

Dan masuklah ke dalam syurgaKu

sebutir debu..

sumber : http://sufimuda.wordpress.com/puisi/