Zat yang tersebar di alam dibedakan dalam tiga keadaan (fase), yaitu fase padat, cair dan
gas. Beberapa perbedaan di antara ketiganya adalah:

1) Fase padat, zat mempertahankansuatu bentuk dan ukuran yang tetap, meskipun suatu gaya yang besar dikerjakan padabenda tersebut.

2) Fase cair, zat tidak mempertahankan bentuk yang tetap melainkanmengikuti bentuk wadahnya. Tetapi seperti halnya fase padat, pada fase cair, zat tidakmudah dimampatkan, dan volumenya dapat diubah hanya jika dikerjakan gaya yangsangat besar.

3) Fase gas, zat tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi akan berkembang
mengisi seluruh wadah.Karena fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan suatu bentuk yangtetap, maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir; dengan demikian
keduanya disebut fluida

Fluida adalah zat alir, yaitu zat yang dalam keadaan biasa dapat
mengalir. Salah satu ciri fluida adalah kenyataan bahwa jarak antar molekulnya tidak
tetap, bergantung pada waktu. Ini disebabkan oleh lemahnya ikatan antara molekul (gaya
kohesi).
Gaya kohesi antar molekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar molekul
zat cair. Keadaan ini menyebabkan molekul-molekul gas menjadi relatif bebas sehingga
gas selalu memenuhi ruang. Sebaliknya molekul-molekul zat cair terikat satu sama
lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan yang jelas, meskipun bentuknya sebagian
ditentukan oleh wadahnya.

Akibat lainnya adalah kemampuannya untuk dimampatkan. Gas bersifat mudah
dimampatkan sedangkan zat cair sulit. Gas jika dimampatkan dengan tekanan yang cukup
besar akan berubah manjadi zat cair. Mekanika gas dan zat cair yang bergerak
mempunyai perbedaan dalam beberapa hal, tetapi dalam keadaan diam keduanya
mempunyai perilaku yang sama dan ini dipelajari dalam statika fluida. Selain Statika
Fluida, pada bagian ini juga akan dikaji dinamika fluida.

sumber: FISIKA MEKANIKA, Jonifan, Iin Lidya, Yasman